18 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Behempas Rotan; Saling Pukul dengan Rotan, Tak Boleh Dendam


Behempas Rotan; Saling Pukul dengan Rotan, Tak Boleh Dendam
Olahraga Behempas Rotan yang kerap dilombakan di Kutai Barat. (FOTO: www.measiamagazine.net)

KLIKSENDAWAR.COM- Budaya leluhur yang dilestarikan, kini bisa dijadikan tontonan. Peralatan perang yang digunakan berupa perisai besi sebagai pelindung senjata tajam dan parang, namun orangnya tidak perlu terbunuh. Kecuali luka memar bekas pukulan rotan.

“Zaman dulu, behempas merupakan kegiatan latihan perang dengan suku lainnya. Behempas kala itu juga sebagai sarana untuk memilih jagoan atau pemimpin dalam perang tersebut," jelas Deris, Koordinator Seksi Behempas Rotan HUT Kutai Barat (Kubar) ke-17 tahun.

Peralihan zaman menjadikan bahempas rotan sebagai olahraga tradisional, yang kerap digelar dalam upacara adat, tepatnya di acara Lalitn Taon, Gugu Taon (melas kampung dan bersih kampung).

Walaupun bertarung dengan keras, saling menghempaskan rotan ke punggung lawan. Namun tidak ada dendam atau emosi di antara para petarung behempas. Karena olahraga ini selain untuk melestarikan budaya juga mempererat silaturahmi.

Senjata olahraga ini adalah pemukul dari rotan manau, yakni rotan sebesar jari kelingking orang dewasa yang dipotong sepanjang kurang lebih satu meter. Tiap pemain juga dilengkapi dengan tameng atau pelindung terbuat dari rotan dinamakan dengan seloko.

Lanjut dia, ada beberapa alat yang wajib digunakan dalam Behempas, seperti Saloko, sebuah tameng yang terbuat dari rotan yang berbentuk persegi panjang namun semakin kesamping semakin melebar, saloko digunakan sebagai pelindung bagian belakang tubuh pemain agar tidak terkena sabetan rotan lawan.



Reporter : Said Omar Nagata    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0