20 Februari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Isu Lapangan Kerja hingga Pendatang Biang Pengangguran


Isu Lapangan Kerja hingga Pendatang Biang Pengangguran
Ilustrasi

KLIKSENDAWARGembar-gembor terbukanya lapangan kerja di Kota Bontang dituding sebagai salah satu biang meledaknya angka penangguran di Kota Taman. Hingga dapat menyentuh angka 12 persen dari total jumlah penduduk yang mencapai 164.258 jiwa.

“Selama ini, isu terbukanya lapangan kerja di Bontang tersebar. Mulai dari Kilang, Proyek Kaltim V, hingga poyek power plant di Lok Tunggul. Tapi nyatanya, tidak semua bisa berjalan. Seperti, power plant, sekarang sudah tidak ada kabar,” jelas Sri Winarti, Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dissosnaker) Bontang, saat ditemui Klik Bontang, belum lama ini.

Akibat isu tersebut, warga dari daerah lain mulai berduyun-duyun datang ke Bontang. Selain itu, pemicu penangguran datang dari tenaga kerja yang memutuskan menunggu terbukanya lapangan kerja yang diisukan.

“Jadi mereka yang sisa kerja di Kaltim V misalnya. Ribuan tenaga kerja dari sana, sebagian memilih tetap menunggu lapangan kerja yang diisukan terbuka,” jelas Sri.

Pemicu lain, sambung dia, melemahnya harga batu bara dan minyak dunia, menyebabkan terjadinya pemecatan. Semisal pekerja sektor pertambangan. Meski berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), namun menurut dia, sekira 90 persen warga Bontang tinggal di Bontang. Sehingga, para pekerja yang dirumahkan tersebut, secara otomatis menambah daftar pengangguran Kota Bontang. Sedangkan, PT Pupuk Kaltim (PKT) sebagai salah satu perusahaan penyerap tenaga kerja, memastikan tak menerima pekerja baru.

Karena, menurut informasi dari manajemen PT Pupuk Kaltim, biaya produksi perusahaan skala nasional tersebut, lebih besar ketimbang laba yang bisa diterima. “Bahkan, bisa dikatakan rugi. Karena, biaya produksi lebih besar ketimbang hasil penjualan. Tapi tetap harus produksi, agar bisa tetap jalan dan tidak semakin rugi,” beber dia.

“Jadi ada banyak penyebab pengangguran. Termasuk lulus SLTA baru. Karena, tidak semua melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas. Sisanya itu juga sumbang pengangguran,” tutupnya. (*)

Reporter : Imran Ibnu    Editor : Juna Basir



Comments

comments


Komentar: 0