25 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Harga Batubara Naik, Pengusaha Diminta Tetap Waspada


Harga Batubara Naik, Pengusaha Diminta Tetap Waspada
Ilustrasi.

KLIKSENDAWAR.COM- Kabar baik datang dari sektor bisnis batubara. Harga batubara yang sempat jatuh di titik terendah kini berangsur-angsur membaik. Pun, beberapa perusahaan di Samarinda yang sempat mati suri mulai bangun.

‎Harga Batubara Acuan (HBA) di pengujung 2016 menembus level US$ 100 per ton. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HBA Desember ini sebesar US$ 101,69 per ton. Harga itu seperti kondisi di akhir 2011 hingga pertengahan 2012 silam.

Sekretaris Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (KAPBI) Regional Samarinda, Umar Vaturisi mengatakan harga batubara terus merangkak naik. HBA Desember 2016 mengalami kenaikan signifikan mencapai 95% dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun 2015.

"Di awal bulan Desember ini, harga batubara sudah menembus harga US$ 101 per ton," ucapnya pada KlikSamarinda (KlikGroup) , beberapa waktu lalu.

Menyambut itu, Umar menghimbau kepada sesama pebisnis batubara untuk tidak larut dalam euphoria itu. Yang perlu diwaspadai, lanjutnya, ialah potensi penurunan harga yang signifikan juga secara mendadak.

"Jadi, teman-teman harus mewaspadai itu agar jangan sampai timbul kerugian-kerugian besar lagi. Ya, harus diantisipasi," terangnya.

Sebaliknya, analis PT Asia Tradepoint Futures, Deddy Yusuf Siregar, mengatakan potensi kenaikan harga batubara dalam jangka panjang masih cukup besar. Salah satu pendukungnya adalah peran batubara sebagai alternatif energi pengganti minyak mentah.

Harga minyak mentah diprediksi menguat pada tahun depan setelah produsen minyak baik OPEC maupun non OPEC sepakat untuk membatasi produksi. Penguatan harga minyak akan turut mengangkat batubara.

Dukungan lain, datang dari konsumsi batubara Indonesia yang masih terbilang tinggi. Kementerian ESDM memperkirakan angka konsumsi batubara tahun ini akan mencapai 90,55 juta ton. Sedangkan angka produksi turun menjadi 343 juta ton tahun ini dibanding 461 juta ton pada tahun 2015.

"Di 2017, produksi batubara Indonesia diperkirakan akan turun lagi menjadi 413 juta ton," imbuh Deddy. (*)

Reporter : NR Syaian | KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0