17 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kiprah Model Asal Balikpapan Hingga Go Internasional


Kiprah Model Asal Balikpapan Hingga Go Internasional
Laras Sekar

KLIKSENDAWAR.COM - Berawal dari foto-foto polaroid yang diunggah ke Instagram, model berusia 19 tahun asal Balikpapan, Laras Sekar, kini sibuk berkarier di kancah internasional. Wajahnya berhasil dilirik oleh salah satu agensi Ford Models di Paris, yang kemudian memberinya kesempatan untuk berkarier di luar negeri.

"Salah satu (pencari model) dari (Ford Models) melihat salah satu postingan akun di Instagram lewat explore Instagram. Dia menghubungi aku lewat e-mail dan bertanya ‘apakah saya siap untuk mewakili Indonesia?’ Begitulah awalnya," papar Laras Sekar saat dihubungi oleh VOA belum lama ini

Menjadi seorang model adalah cita-cita laras sejak dulu. Setelah lulus SMA di umur 17 tahun, Laras pindah ke Jakarta dan bergabung di agensi Native Models ID. Siapa yang menyangka jika tak lama setelah itu, kariernya langsung menanjak hingga ke Paris lalu kemudian London.

"Awalnya untuk ibuku sih susah (untuk) mendukung dan menerima aku akan pergi jauh lagi. Tapi akhirnya (orang tua) mendukung sih dan bangga dengan apa yang sudah aku capai," ujar perempuan yang memiliki nama lengkap Laras Sekar Arum ini.

Di umurnya yang masih tergolong muda, Laras telah menuai prestasi yang membanggakan di dunia fashioninternasional.

"“Aku sebenarnya termasuk new face yang paling tua. Rata-rata kalau di Eropa mereka memulai karier modeling-nya dari semuda mungkin. Bahkan 13 tahun mereka sudah mulai, dan buat aku, aku tergolong yang kayak new face yang sudah tua, karena sudah masuk kemarin 18 sekarang 19," kata Laras sambil bercanda.

Selain sudah banyak muncul di berbagai majalah fashion bergengsi seperti Vogue Amerika, Vogue India, Inter/view Jerman, dan Schon London, belum lama ini ia berhasil menjadi salah satu model pendatang baru yang terpilih untuk melenggang di panggung runway, mewakili rumah mode papan atas, Yves Saint Laurent (YSL), di ajang Paris Fashion Week.

"Aku enggak menyangka gitu sih, kayak bangga banget dan senang,"ucap Laras.

Penampilannya di panggung Paris Fashion Week sempat menimbulkan kontroversi ketika ia berjalan dengan mengenakan busana yang cukup berani.

"Mencoba profesional sih dan aku sudah tahu apa pekerjaan yang aku jalani, dan risiko untuk mendapatkan baju-baju seperti itu tuh sudah pasti. Jadi waktu aku dapat baju itu, aku enggak komplain. Aku lebih berpikir, aku jalan untuk YSL jadi kayak, okay, I will do this. (Ini) bukan pakaian yang dipakai sehari-hari," jelasnya.

Namun, di balik keglamoran dunia fashion, tetap saja ada tantangan dan perjuangan keras yang harus Laras lalui ketika bersaing dengan para model lainnya di kancah global.

"Lebih sangat menantang karena ada ribuan model yang di (luar negeri) aku harus bersaing, casting bareng mereka, terus enggak tahu hasilnya bagaimana, harus kuat mental, harus terima kalau misalnya kita itu ditolak atau mereka tidak tertarik dengan kita. Harus selalu mencoba, semua butuh proses, harus sabar, suka dukanya itu sih, lebih yang sabar nunggu, enggak seperti yang langsung dapat aja gitu," papar Laras.

Menurut Laras, satu hal yang membedakan ketika ia berkarier sebagai model di luar negeri adalah ia diharuskan mengikuti casting untuk mendapatkan setiap pekerjaan.

"Jadi casting itu sangat penting di (luar negeri). Lumayan beda halnya dengan industri fashion di Indonesia. Di (Indonesia) kebanyakan kita direct booking. Sedangkan di (luar negeri) kita berusaha datang casting, ketemu dengan klien, harus menunggu lama untuk ketemu mereka (dan) melewati prosesnya," tambahnya.



Reporter : Voice Of America    Editor : Juna Basir



Comments

comments


Komentar: 0