17 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ngaku Polisi, Tukang Parkir Dipukuli Preman Pasar


Ngaku Polisi, Tukang Parkir Dipukuli Preman Pasar
Pasar Kedondong Baru Samarinda

KLIKSENDAWAR.COM - Aksi yang dilakukan seorang tukang parkir di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) ini terbilang unik. Hanya karena ingin mencari orang yang berutang padanya, ia terpaksa mengaku sebagai anggota polisi di depan preman pasar.

Akibatnya, ia pun babak belur dipukuli preman pasar dan pedagang di pasar tradisional Kedondong, Samarinda.

Mustakim, sang tukang parkir itu, kena batunya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Segiri, Samarinda ini nyaris tewas akibat digebuki sesama tukang parkir dan pedagang.

Tapi pemukulan bukan terjadi di tempat ia biasa mangkal. Mustakim justru digebuki di Pasar Kedondong, Kecamatan Sungai Kunjang, Senin 14 Agustus 2017.

Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan dan tidak memiliki pekerjaan tetap ini digebuki karena mengaku-ngaku sebagai anggota kepolisian yang sedang mencari tukang parkir yang biasa beroperasi di Pasar Kedondong.

Merasa terganggu dengan ulah Mustakim, sejumlah tukang parkir pun langsung menggebuki pelaku hingga babak belur. Bahkan, sejumlah pedagang yang ada di tempat itu juga ikut menganiaya polisi abal-abal ini.

Mustakim masih beruntung. Saat kejadian, ada petugas kepolisian yang melakukan patroli. Polisi patroli itu menyelamatkanya dan membawanya ke Mako Polsekta Sungai Kunjang untuk dimintai keterangan.

Kepada polisi, Mustakim yang tidak memiliki tempat tinggal tetap ini mengaku mencari seseorang di pasar itu. Menurut Mustakim, orang yang dicarinya memiliki utang sebesar Rp200 ribu.

"Saya akui kejadian itu spontan saja karena banyak preman. Ngaku polisi supaya lolos aja lewat aja. Saya cari orang karena ada pinjam uang sama aku 200 ribu," ujar Mustakim.

Waka Polsekta Sungai Kunjang, Iptu Hardi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Sejumlah laporan yang pernah diterima petugas kepolisian Polsekta Sungai Kunjang memang beberapa kasus penipuan kerap dilakukan oleh polisi palsu.

"Menurut dia, waktu kita tanyakan, karena takut saja karena di daerah pasar itu banyak preman. Tapi masih kita dalami. Kaitannya apa? Dia mau mencari keuntungan pribadi atau apa? Untuk Sungai Kunjang, kita sudah amankan satu kasus yang mengaku polisi juga dan melakukan pemalakan," ujar Iptu Hardi.

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Kini Mustakim pun harus diamankan ke Mako Polsekta Sungai Kunjang untuk menjalani pemeriksaan terkait banyaknya laporan tentang aktivitas polisi abal-abal yang marak terjadi di Samarinda. (*)

Reporter : Man    Editor : Juna Basir



Comments

comments


Komentar: 0