20 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Doa dalam Pawai Obor Peringatan Kemerdekaan dari Muara Lawa


Doa dalam Pawai Obor Peringatan Kemerdekaan dari Muara Lawa
Arak-arakan pawai obor oleh siswa SMP Negeri 1 Muara Lawa dalam peringatan kemerdekaan ke-72 RI. (Foto: Pricilia Putri - Siswa SMPN 1 Muara Lawa)

Penulis: Ayuk Dina Puspita Sari

Siswi SMP Negeri 1 Muara Lawa

 

Pada 17 Agustus 1945, Indonesia telah terbebas dari penjajahan asing. Pada tanggal itu juga, Indonesia memulai evolusinya menjadi bangsa yang merdeka.

Meskipun perjuangan tidak berakhir pada hari itu, setiap tahunnya tepatnya pada 17 Agustus, Indonesia memeringatinya sebagai hari yang sakral untuk mengingat bagaimana perjuangan para pahlawan yang gugur membela bangsa dan tidak takut kehilangan nyawa dalam berjuang.

Dari Sabang sampai Merauke, masyarakat Indonesia merasakan hari kemerdekaan dengan cara berbeda-beda dan selalu penuh suka-cita. Misalnya, sebuah peringatan kecil yang bermakna besar di daerah saya, Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Sebuah perayaan tahunan di mana setiap 16 Agustus, saat malam kemerdekaan diadakan pawai obor. Pawai tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah yang ada mulai dari SD, SMP, SMA hingga warga sekitar tempat penyelenggaraan.

Acara itu resmi dibuka pada 19.20 WITA oleh Suhaemi, Bapak Camat Muara Lawa. Mereka berjalan dengan membawa obor dan lampoon di tangan mereka. Rute perjalanan mereka dimulai dari lapangan bola di kampung Lambing menuju jalan trans Kalimantan di Muara Lawa dan kembali finish di titik start.

Acara malam tadi tergolong meriah. Banyak peserta yang baru pertama Kali mengikuti pawai sangat antusias. Menurut salah satu peserta yang baru mengikuti pawai, siswa SMP Negeri 1 Muara Lawa, acara ini terasa seru, mengharukan serta membanggakan.

"Saya sangat bahagia karena dapat memegang bendera meskipun bukan bendera indonesia tapi saya sangat bangga mengikuti acara ini," ujar Rossa Latoa, siswa SMP N 1 Muara Lawa lainnya.

Acara ini sangat bermakna bagi setiap orang. Menurut Bapak Suhaemi, alasan acara ini diadakan adalah untuk mengingatkan kita yang juga dilakukan sama seperti tahun sebelumnya karena ini perayaan negara kita. Perayaan memeringati sejarah bagi bangsa Indonesia. Karena pada waktu itu, pada zaman penjajahan itu kita perjuangkan melalui bambu runcing.

“Nah dengan semangat itulah kita merayakan pawai obor ini untuk memperingati HUT RI ke-72, khususnya di Kecamatan Muara Lawa dalam rangka memberikan motivasi semangat pada pejuang-pejuang kita yang sudah bersusah payah membela tanah air kita. Mudah-mudahan dengan partisipasi ini, dengan kepedulian ini ya kita bisa mengambil bagian dan hikmahnya," pungkasnya.

Sedangkan Bapak Syarifudin SP, seorang anggota TNI yang berdinas di Koramil Muara Lawa, berpendapat bahwa pawai obor dilaksanakan untuk mengingatkan kembali perjuangan-perjuangan pendahulu kita, para pahlawan kemerdekaan kita yang telah gugur mengorbankan jiwa dan raganya untuk negara dan bangsa yang sangat kita cintai ini.

“Karena mereka berperang tidak tahu siang atau malam untuk merebut kemerdekaan itu. Oleh sebab itu kita warga negara sebagai anak-anak bangsa kita wajib untuk mengenang kembali kilas balik kehidupan mereka denga jerih payah hingga tetes darah penghabisan mereka korbankan untuk kita semua,” kata Bapak Syarifuddin.

Jadi, kewajiban kita sebagai penerus-penerus mereka kita mengenang kembali dengan mengadakan acara seperti ini.

Ia menambahkan, sebenarnya pada tengah malam sebaiknya diadakan renungan suci untuk mencurahkan jiwa, semangat, perasaan dan hati kita terhadap perjuangan pendahulu. Maka jangan sampai disia-siakan kesempatan satu tahun sekali ini, sepantasnya lah dikenang kembali serta mendoakan para pejuang.

Peserta pawai obor tiba di titik finish sekitar pukul 20.30 WITA. Saat mereka tiba maka acara penutupan pawai obor segera dilaksanakan. sekitar 20.40 WITA. Acara pawai ini cukup sukses karena banyak yang berpartisipasi dan mereka sangat antusias untuk melaksanakannya.(*) 

 

 

Reporter : -    Editor : Shanika Adella



Comments

comments


Komentar: 0