17 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Selingkuh Demi Narkoba, Ibu Muda Asal Penajam Ditangkap BNN Kaltim


Selingkuh Demi Narkoba, Ibu Muda Asal Penajam Ditangkap BNN Kaltim
Dahlia menjalani pemeriksaan di Kantor BNN Kaltim, Jumat (15/9/2017) (Foto: Kompas)

KLIKSENDAWAR.COM - Seorang ibu muda asal Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), tertangkap tangan membawa narkoba jenis sabu seberat 2 gram di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Tersangka bernama Dahlia, sehari-hari dikenal sebagai pengusaha toko baju di Penajam.

Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur, Brigjen Pol Raja Haryono, mengatakan, Dahlia termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) BNN Kaltim sejak lama. Meski gaya rambut dan berat tubuhnya dirubah, namun petugas mengenali tato di lengan kiri Dahlia yang bertulis Dahliane.

"Dahlia ini masuk DPO karena terlibat peredaran narkoba, yang diungkap di daerah Sepaku, di PPU, yang melibatkan Tri Hardjanto," kata Haryono, dalam keterangan resmi di kantornya, Jalan Rapak Indah, Samarinda, Jumat (15/9/2017).

"Sebelumnya, dari pengembangan, Tri ini yang memberikan narkoba kepada seorang terduga pengedar sabu di Sepaku, yang juga sudah kita tangkap. Nah, Tri ini, mendapatkan sabu dari Dahlia dan Dahlia akhirnya kita tetapkan sebagai DPO. Diperlukan waktu tidak sebentar untuk mencari keberadaan Dahlia ini," tambah Haryono.

Usai menangkap Dahlia, menggeledah, menginterogasinya dan mengembangkan ke guest house Dahlia di Balikpapan, petugas kembali menemukan 2 paket sabu seberat kurang lebih 2 gram, 3 telepon selular hingga alat isap.

"Sabu 2 gram itu, dia dapatkan dari seseorang di Balikpapan, yang masuk DPO," ungkap Haryono.

Kepada petugas, Dahlia mengaku berbisnis narkoba untuk menambah pendapatan. Bahkan, untuk mendapatkan barang haram tersebut, Dahlia harus berkencan satu malam dulu bersama A. Padahal Dahlia telah memiliki suami dan seorang anak.

Dahlia yang kini menjadi tahanan BNN Kaltim, sempat mengamuk ketika wartawan mengambil gambarnya. Dia berteriak dengan kasar, sambil menutup wajahnya. “Jangan foto-foto,” katanya. (*)

Reporter : Kompas    Editor : Revo Adi Merta



Comments

comments


Komentar: 0