12 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Satukan Perbedaan, Jaga Kerukunan dalam Kemajemukan


Satukan Perbedaan, Jaga Kerukunan dalam Kemajemukan
Foto Bersama Bupati Kubar, FX Yapan dengan para peserta seusai kegiatan dialog Kerukunan Umat Beragama Kutai Barat (Foto: Avrand)

KLIKSENDAWAR.COM - Menjaga kondusifitas daerah dari berbagai konflik dalam keragaman, merupakan tanggungjawab bersama seluruh komponen masyarakat. Berlandaskan hal tersebut, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kutai Barat, bekerjasama dengan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG)menggelar dialog Kerukunan Umat Beragama, di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat, Rabu (29/11).

Kegiatan ini dibuka langsung Bupati FX Yapan, turut dihadiri Sekretaris Kabupaten Yacob Tullur, Kepala Kemenang H M Isnaini, serta Pemuka dan tokoh Agama, tokoh masyarakt, organisasi keagamaan, Kepala Dinas, Badan, Kantor di lingkup Pemkab Kutai Barat.

Diungkapkan sekaligus Ketua BAMAG Kubar sekaligus panitia, Sahadi, kegiatan ini dilatarbelakangi kemajemukan masyarakat Kubar yang tercermin pada beragamnya keyakinan yang dianut masyarakat. Dimana keragaman sebagai salah satu modal besar dalam pembangunan, merupakan hal yang sensitif dan dapat memicu konflik, jika tidak dibina secara maksimal.

Maka dari kegiatan ini, diharap mampu memberikan pemahaman kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan seluruh komponen masyarakat, dalam meningkatkan dan menumbuhkembangkan serta memumpuk kerukunan di Kutai Barat. Guna menjaga daerah selalu aman dan damai.

“Mari kita pupuk rasa cinta damai dan kebersamaan, agar Kubar semakin solid kedepannya," imbau Sahadi.

Senada, Bupati Yapan dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini memiliki peran serta fungsi strategis dalam mengelola kemajemukan, serta keragaman latar belakang kultura masyarakat di Kutai Barat.

Melalui upaya ini, kekuatan membangun Kutai Barat dapat terus ditingkatkan, melalui kerukunan serta kekompakan seluruh elemen masyarakat. Utamanya dalam menjaga kondusifitas wilayah, sehingga mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan.

"Kegiatan seperti ini juga menjadi upaya penting dalam mediasi, memfasilitasi, dan mempersatukan perbedaan masyarakat yang majemuk. Menjadi kekuatan yang utuh membangun untuk daerah," ujar Bupati Yapan.

Ia pun berpesan, agar seluruh tokoh lintas agama se-Kutai Barat dapat bekerjasama dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda dan wanita, serta mengoptimalkan peran dan fungsi dalam mengarahkan sekaligus membina kualitas hidup umat beragama melalui penguatan iman dan taqwa.

"Tingkatkan program kegiatan yang menyentuh langsung sisi kehidupan masyarakat, untuk menjadikan pribadi yang lebih berkualitas," tandasnya.

Bupati turut mengimbau agar masyarakat bijak dalam dalam penggunaan teknologi, khususnya media sosial agar tidak terjadi persinggungan antar umat beragama. Hal ini dapat menjadi salah satu antisipasi dari tindakan membuli, mencomooh, ataupun mengomentari negatif salah satu keyakinan. Sehingga berujung konflik.

"Hindari hal tersebut serta sikap tidak etis lainnya. Mari kita jaga kerukunan dan kebersamaan di Kutai Barat ini," tutur Bupati. (*)

Reporter : Avrand Wijaya    Editor : Revo Adi Merta



Comments

comments


Komentar: 0